Senin, 31 Oktober 2011

1 litre of tears

1 Litre of Tears´ bersumber dari sebuah kisah nyata tentang seorang wanita bernama Aya Kito yang didiagnosa terkena penyakit Spinocerebellar degeneration (SCD) pada umur 15 tahun. SCD, merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan pengecilan suatu bagian dari otak yang bernama Spinocerebellar. Penyebabnya belum diketahui. Penderitanya bertahap akan mengalami kesulitan dalam berjalan, menulis, makan, berkomunikasi, dll. Dengan kata lain, lumpuh secara perlahan-lahan. Percepatan penyakit ini berbeda-beda pada setiap inividu. Pada kisah ini Aya Kito meninggal dunia 10 tahun kemudian.

Semangat untuk terus berjuang hingga akhir hayat sangat memberikan inspirasi jika kita menghayatinya. ´1 Litre of Tears´ memberikan sebuah inspirasi besar, dimana kita harus menggunakan waktu kita sebaik mungkin sebelum mati. Dalam keadaan normal, kita selalu beranggapan bahwa umur kita masih panjang

My Future

sebenarnya ada beberapa cita - cita yang ingin aku capai di masa depan nanti. tapi cuma ada satu yang ingin benar benar aku capai, yaitu
desainer interior...

desainer interior
aku ingin menjadi seorang desainer interior, berawal dari hobiku yaitu menggambar, mematchingkan warna dan lain2


Minggu, 30 Oktober 2011

arti seorang sahabat...

Teman, sahabat... Kita akan temukan mereka dari aktivitas sosial secara langsung. Misalnya saja mereka tinggal sebagai tetangga, teman sekolah, teman kuliah atau teman kerja.

Sebagai manusia, hidup kita tak akan lengkap tanpa seorang sahabat, terlebih lagi sahabat sejati yang bisa menjadi cermin siapa diri kita. Masalahnya, dengan banyaknya kehadiran orang-orang baik dalam kehidupan kita (baik dari pertemuan langsung atau dunia maya), ternyata tidak semua bisa menjadi sahabat sejati kita. Apakah mereka hanya teman berbagi kesenangan dan pengetahuan belaka?

Sahabat Sejati...
Mengatakan yang Sesungguhnya


Sahabat sejati tidak akan sungkan mengatakan, "Berat badan kamu naik ya?" atau "Ada cabai di gigi kamu, bersihin dong!" Mengapa? Karena mereka melakukan itu tidak lebih untuk kebaikan kita sendiri. Tidak jarang mereka menjadi alarm yang tidak berhenti memperingatkan kita.

Jengkel? Jangan lagi. Mereka tidak sedang menjatuhkan Anda. Mereka mengatakan hal yang sesungguhnya sekalipun terkesan menyakitkan hati. Yang mereka katakan memang sesuatu yang terkesan 'dingin' tetapi mereka melakukan itu untuk menunjukkan kepedulian yang sangat besar bagi kita. Lebih baik sahabat sendiri yang mengatakan ada cabai di gigi kita ketimbang kita keliling kota dengan cabai terselip di antara gigi tanpa sadar. Iya bukan?

Sahabat Sejati...
Mengantar Anda Menggapai Impian


Sekalipun mereka mengatakan hal-hal kebenaran tentang kita, mereka tidak akan menghakimi atau mengkritik kita. Mereka adalah pemberi saran terbaik, sekaligus rekan paling gila yang bisa membuat kita tidak sungkan mengatakan apa sebenarnya impian kita.
Bersama mereka, kita bisa mendapat motivasi dan dorongan yang kuat untuk menggapai impian . Kita juga demikian, menjadi penopang impian sahabat kita. Saling mendukung, saling percaya dan saling mengingatkan, tanpa sikap menghakimi. Mereka bisa menjadi kotak untuk menampung impian kita, sekaligus tempat mencurahkan air mata saat impian tak tercapai dan melambung terlalu tinggi untuk diraih.

Sahabat Sejati...
Tidak Meminta Imbalan Apapun


Mungkin kita pernah saling meminjam barang atau uang pada sahabat kita, ini wajar. Tetapi di luar itu semua, seorang sahabat tidak mengharap apapun dari kita. Tidak mengharap kita akan memberikan sesuatu dalam bentuk materi atau keuntungan lain. Mereka hanya ingin berbagi bersama kita dan saling menopang. Tidak ada imbalan yang akan mereka minta sebagai bentuk balas jasa.

Sekalipun dalam kondisi susah, melarat, jatuh miskin dan tidak memiliki apapun, mereka akan ada di samping kita, masih menjadi sahabat yang sama baiknya seperti pada saat kita sukses dan bahagia. Mereka selalu membagi energi, pikiran, waktu, tenaga dan berbagai hal lain untuk Anda. Tidak mudah melakukan semua itu tanpa imbalan, mereka adalah harta yang harus kita jaga.

Sahabat Sejati...
Tidak Akan Mengubah


Mereka menerima apapun diri kita, apapun pemikiran kita dan mereka tidak akan meminta kita untuk berubah menjadi orang lain. Mungkin mereka akan mengingatkan kita bila terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat, tetapi mereka melakukan itu untuk kebaikan kita. Mereka mungkin mengingatkan kita untuk tidak berteriak kurang ajar pada seorang supir taksi, tetapi sekali lagi, mereka melakukannya untuk kebaikan kita.

Jika kita tidak suka dengan pilihan film kesukaannya, mereka tidak akan memaksa kita untuk menonton film tersebut, karena mereka tahu bahwa kita tidak suka. Mereka menghormati kita, keputusan kita dan hal-hal yang tidak kita suka. As simple as that.

Sahabat Sejati...
Mau Mendengarkan


Banyak orang yang tampak mendengarkan kita dan bersimpati, tetapi hanya itu saja, kemudian mereka berlalu. Tetapi seorang sahabat tidak melakukannya, mereka mendengar apapun yang kita katakan, bahkan bila membutuhkan waktu berjam-jam. Saat kita mencurahkan hati dan pemikiran kita, mereka benar-benar mendengarkan kita. Melihat mimik wajah, menggali apa yang sedang kita rasakan dan mereka selalu tahu saat kita berbohong.

Sangat sedikit orang yang mau mendengarkan kita hingga mendalam, ini bukan pekerjaan mudah. Karena lebih banyak orang yang akan menghakimi dan mengkritik kita, itu lebih mudah daripada mendengarkan. Sahabat akan selalu mendengarkan kita tanpa kritik. Karena itu,  lebih baik membutuhkan satu orang sahabat sejati yang mau mendengarkan kita dibandingkan hanya bersenang-senang dan terlihat cool dengan beberapa orang, tetapi sebenarnya kita kesepian